Featured

Link Download Standart Operational Procedure (SOP) DM1 KAMMI UM

💡 Tahukah kamu? 💡
🇮🇩 Indonesia merupakan negara yang diperkiran mendapat bonus demografi pada rentang tahun 2020-2030. Diprediksikan, jumlah penduduk usia produktif (25-64 tahun) pada rentang itu adalah sebanyak 70% dari total jumlah penduduk Indonesia. (Chandra, 2015) Puncaknya, pada tahun 2045 Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk usia matang sebagai pemimpin yang sangat besar.

Siapkah kamu menghadapi bonus demografi ini?
Beranikah kamu menjadi bagian penting untuk membentuk generasi emas 2045 mendatang? 👤

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Universitas Negeri Malang mempersembahkan:
🔰 Daurah Marhalah (DM) 1 🔰
diklat kepemimpinan calon anggota dengan tema:
💭 Membentuk Pemimpin Inspiratif dalam Upaya Mewujudkan Generasi Emas 2045 💭

Pendaftaran dapat dilakukan lewat sms dengan format:
Nama Lengkap-Jurusan-Fakultas-Perguruan Tinggi-Angkatan- Profesi yang dicita-citakan
📲 kirim ke (085736143525)

Catat jadwal pentingnya ya!!!
Pendaftaran: 14 Maret – 06 April 2016
Pra DM 1: 03 April 2016
Technical Meeting: 07 April 2016
Daurah Marhalah 1: 08-10 April 2016

Tempat : Yayasan Al-Uswah, Singosari, Kabupaten Malang.

~ Salam Muslim Negarawan ~

Best Regard,
KAMMI Komisariat UM
——————————-
Facebook: KAMMI Komisariat UM
Twitter: @kammium
Instagram: kammium
Line: @czw0069y
KAMMI UM Center: 085706325297
Blog: kammium.wordpress.com

 

1913689_1654947091422538_7608531320624655522_n

Untuk mengunduh Standart Operational Procedure (SOP) Daurah Marhalah KAMMI UM dapt klik link dibawah ini..

–  DOWNLOAD SOP DM 1 KAMMI UM  –

 

 

 

 

Menjadi Pengurus Komisariat yang Kompeten dan Bertanggungjawab

Materi Oleh : Bapak Isdianto, M.Pd

(Guru SMKN 1 Singosari dan Ketumsat UM tahun 1998)

Materi ini disampaikan dalam acara Training Organisasi Pengurus Komisariat KAMMI UM masa jihad 2017/2018 yang dilaksanakan tanggal 12 Maret 2017 di Komsat UM. Materi yang disampaikan oleh ketua komisariat perdana KAMMI UM ini dimulai dengan penjelasan kondisi muslim saat ini dan dilanjutkan dengan penjelasan bagaimana menjadi pengurus komisariat yang kompeten dan bertanggung jawab.

Kondisi umat muslim saat ini adalah penuh dengan kelemahan-kelamahan. Kelemahan-kelemahan yang dapat menjadi ancaman bagi kemajuan umat muslim meliputi kelemahan dari segi intelektual (kecerdasan) ilmu agama dan juga ilmu-ilmu alam serta kelemahan dalam hal problematika umat.

Kelamahan dalam intelektual meliputi 1) lemah dalam pendidikan formal, informal maupun non formal akan menciptakan generasi yang lemah dalam fikroh atau pemikiran serta lemah dalam analisis. Lemahnya 2) pengetahuan akan mematikan mata rantai generasi muslim yang cerdas, generasi dengan analisis yang tajam dan kajian-kajian panjang dalam jalan dakwah tidak akan terselesaikan jiwa pengetahuan umat muslim lemah. Kelemahan yang selanjutnya adalah 3) lemah perencanaan. Perencanaan yang matang dan terorganisir akan menghasilkan suatu keputusan dan kebijakan yang minim mudhorotnya. Kelemahan selanjutnya dari diri seorang muslim adalah 4) lemah pengorganisasian. Sebaik apapun perencanaan yang dilakukan jika pengorganisasiannya tidak bagus tidak akan berpengaruh, dalam artian tidak akan mewujudkan betapa brilian ide yang telah dituangkan dalam perencanaan. Kelemahan umat muslim selanjutnya adalah lemah dalam 5) keamanahan. Amanah adalah sesuatu yang harus dijaga yang dapat meningkatkan kualitas diri kita. Umat manusia bertugas untuk menjadi kholifah fil ardh (kholifah di muka bumi). Ini merupakan salah satu amanah dari Alloh SWT untuk menjadi seorang pemimpin dan bertebaran di muka bumi untuk menyebarkan ajaran agama Alloh dan melanjutkan perjuangan Rosululloh. Amanah yang lain adalah dari segi organisasi, sekecil apapun amanah yang diberikan kepada kita jagalah amanah itu, rawatlah hingga kamu lelah karenanya namun tetap berada dalam koridor Lillah. Kelemahan umat muslim yang terakhir adalah 6) lemah dalam mobilisasi atau aplikasi potensi yang telah dimiliki oleh umat muslim. Alloh SWT telah memberikan dalam diri setiap insan potensi yang bermacam-macam, disadari ataupun tidak oleh manusia. Yang menjadi masalah dalam hal ini adalah umat muslim tidak mampu atau lemah dalam mengaplikasikan apa yang menjadi potensinya sehingga potensinya tersebut tidak termanfaatkan dalam dunia dakwah. Kelemahan dalam problematika umat yang meliputi moralitas kian menurun karena mengikuti budaya barat, kemiskinan merajalela, pembunuhan, kasus pemerkosaan, pemerintah yang semakin tidak memperdulikan rakyatnya bisa jadi adalah salah satu akibat dari kelemahan-kelemahan yang dimiliki umat muslim sehingga dakwah yang seharusnya disampaikan belum termaksimalkan atau bahkan belum pernah disampaikan. Astaghfirulloh.

Kelemahan dalam tarbiyah adalah sesuatu yang sangat fundamental (mendasar) karena akan mempengaruhi unsur yang lain. Dalam hal ini ingatlah bahwa ada peran penggerak yang dibutuhkan untuk masuk kedalam elemen-elemen struktural untuk meminimalisir efek kelemahan umat muslim. Masuk ranah pemerintahan, dunia pendidikan, kesehatan, dll haruslah dimasifkan. Kader KAMMI bukanlah menjadi kader yang lemah dalam segi fikriyah, jasadiyah dan bahkan ruhiyah. Komunikasi dalam dakwah bisa saja menjadi suatu hambatan besar. Waktu, uang, pikiran, tenaga dsb jangan sampai melemahkan semangat pemimpin kader KAMMI.

Kelamahan dalam problematika umat diindikasikan meliputi 1) hilangnya jiwa kepemimpinan dalam jiwa kader, 2) hilangnya kader dalam semangat mengingat Alloh, 3) hilangnya kesabaran dalam bertindak dan mengambil keputusan, 4) hilangnya rasa ikhlas dalam jiwa kader KAMMI, serta 5) hilangnya rasa komitmen yang dimiliki dalam jiwa kader untuk dakwah ini.

Kader bisa dianalogikan seperti merebus telur dan merebus wortel. Ketika merebus telur akan terjadi perubahan zat dari telur yang cair menjadi kaku (saat sudah matang). Hal ini diartikan kader yang populis (saat menjadi cair) berubah menjadi kader yang kaku (saat memegang prinsip, yang tidak mau untuk menerima hal lain kecuali yang dianutnya). Kader yang dianalogikan seperti merebus wortel adalah kebalikannya. Wortel yang semula keras berubah menjadi lunak (saat sudah matang). Hal ini diartikan sebagai kader yang keras pada awalnya namun setelah mengalami proses pemanasan akan berubah menjadi lunak (fleksibel).

Sadarilah bahwa dalam setiap tarbiyah ada suatu proses penempaan atau penggodokan atau proses. Proses inilah yang akan menentukan suatu kader akan menjadi kaku atau menjadi lunak, akan diwarnai ketika di masyarakat atau justru mewarnai dan menjadi pemimpin.  Emas dan mutiara jika disimpan tertutup sekalipun dia akan tetap bersinar. Begitupun seorang kader, tidak ada seorang kader yang tidak memiliki potensi, sekecil apapun jadi tugas kita sebagai seorang pengurus komisariat harus menyadari betul akan potensi yang dimiliki sehingga dalam proses nya tidak ada kader yang terlalu kaku ataupun terlalu lunak. Maksimalkan potensi yang dimiliki untuk kemajuan dakwah di kampus ini (Salis).

TEAM BUILDING

Materi Oleh : Musafa Ahmad (Kadept Sosma PW Jatim)

Notulensi : Rizky Ananta dan Gading Dita

            Dalam suatu organisasi, apapun itu hal yang menjadi tumpuan utama adalah tentang pengembangan tim. Pengembangan tim ini ditandai dengan kerjasama, pembagian tugas, serta penyamaan tujuan/persepsi yang dikelola secara baik. Selain ketiga hal tersebut, salah satu faktor yang tidak kalah penting dalam suatu organisasi adalah tentang bagaimana seluruh komponen organisasi mampu meminimalisir timbulnya konflik.

Tahap-tahap dalam peminimalisiran konflik, terdiri dari :

  1. Koordinasi antar bidang, dimana jika terdapat suatu masalah pada suatu bidang, maka sudah menjadi tanggung jawab bidang tersebut untuk menyelesaikannya secara intern.
  2. Ciptakan suasana harmoni dalam tim. Hal ini penting dilakukan, karena suatu organisasi yang diciptakan dengan harmoni akan memiliki kecenderungan untuk lebih erat antar anggotanya.
  1. Saling menghargai antar organisasi. Konflik tidak hanya terjadi antar anggota organisasi, maka sudah sewajibnya jika kita menumbuhkan sikap saling menghargai antar organisasi.

Generasi Muda Hari Ini dan Indonesia Mendatang

Pasca Perang Dunia II, Jepang merupakan negara yang terpuruk dan terkucil akibat kekalahan yang dideritanya. Perekonomian serta infrastruktur mereka hancur. Ditengah berbagai masalah yang melanda, mereka perlahan mulai bangkit dan membangun negaranya kembali mulai dari nol. Pendidikan adalah prioritas pembangunan mereka. Selain pendidikan, ada satu kunci lagi yang membuat Jepang begitu melejit dalam pembangunan pasca Perang Dunia II. Kunci tersebut adalah adanya bonus demografi yang mereka dapatkan pada satu dasawarsa pasca PD II, sekitar tahun 1950 an. Continue reading “Generasi Muda Hari Ini dan Indonesia Mendatang”