Ini Cara KAMMI UM Memperingati Hari Sumpah Pemuda

MALANG, 26 Oktober 2014. Hari sumpah pemuda diperingati oleh pelajar dan mahasiswa di berbagai daerah dengan cara yang unik. Khususnya mahasiswa perwakilan dari Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam organisasi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Para pemuda pemudi ini terus menggemparkan aksinya. Agenda kali ini yang berada di bawah kendali para kader angkatan 2013 sebagai panitia dalam rangka menyambut hari SUMPAH PEMUDA, pada hari Ahad 26 Oktober 2014 KAMMI menunjukkan aksinya dengan menyebarkan bunga dan tanda tangan di atas kain putih disertai dengan secuil kata mengenai kontribusinya sebagai pemuda untuk indonesia kedepannya. Aksi ini dilaksanakan di CFD (Car Free Day) Jl.Ijen Kota Malang mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Dalam acara Sumpah Pemuda kali ini KAMMI berkolaborasi dengan P2KM (Pergerakan Pemuda Kota Malang).

STIKER2

Peringatan hari Sumpah Pemuda yang ke-84 tahun ini mengangkat tema “Eksplorasi Cita Pemuda Masa Depan”. Tema tersebut membawa pesan bahwa kita semua khususnya para pemuda indonesia mempunyai harapan-harapan, impian, asa, keinginan, cita-cita dan semangat juang untuk masa depan indonesia yang lebih baik. Acara dimulai dari pembukaan kemudian tilawah, sambutan ketua pelaksana, sambutan ketua umum KAMMI, kemudian dilanjutkan dengan upacara (apel) sederhana dengan rangkaian pembacaan ikrar sumpah pemuda dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah upacara selesai, KAMMI dan P2KM melanjutkan kegiatan dengan menyebarkan bunga, selebaran dan stiker kepada orang-orang yang berada di sekitar area CFD yang kemudian memintanya untuk memberikan tanda tangan sebagai bentuk partisipasi mereka dan secuil kata mengenai kontribusi sederhananya dalam membangun Indonesia. Di dalam tanda tangan tersebut membuktikan bahwa para pemuda indonesia mempunyai harapan-harapan yang harus diwujudkan dan diperjuangkan untuk masa depan indonesia. Iringan orasi yang di lantunkan oleh ketua umum KAMMI dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi dengan tema pemuda indonesia oleh salah satu ikhwan KAMMI angkatan 2013 yang tergabung sebagai panitia juga. Setelah itu acara dilanjutkan dengan longmarch keliling di area CFD sambil membawa kain putih yang penuh dengan tanda tangan dan kontribusi para pemuda dan orang-orang yang ikut berpatisipasi dalam menyambut hari Sumpah Pemuda dan di iringi dengan orasi. Kemudian acara di akhiri dengan penutupan oleh ketua pelaksana.

10704027_961607130519588_1827104329164671824_n

Kader KAMMI UM sedang longmarch

Acara ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para  pemuda akan pentingnya peranan pemuda untuk indonesia menuju perubahan dan membangkitkan kembali cita-cita perjuangan pemuda dahulu dalam menyatukan NKRI untuk mewujudkan kesejahteraan indonesia. Ketua umum komisariat KAMMI UM Fajar Tirandhica mengatakan dalam orasinya bahwa peringatan sumpah pemuda mengingatkan kita pada pendahulu kita yang rela berjuang dan berkorban untuk bangsanya. Mereka meninggalkan ego masing-masing dan memilih persatuan meski beda suku, aliran, ras, dan agama. Kita pernah mendengar sebuah ungkapan Hasan Al Banna, “Dibalik kebesaran bangsa-bangsa di dunia salah satu rahasianya adalah pemuda”. Presiden pertama kita bahkan pernah menyatakan, “beri aku 10 pemuda, akan aku ubah dunia”. Ini menunjukkan betapa besar potensi yang dimiliki pemuda. Peringatan hari sumpah pemuda ini menjadi penting melihat saat ini banyak kita jumpai pemuda yang tidak ingin terlalu ambil pusing untuk permasalahan negerinya. Jika kepedulian pemuda akan nasib bangsanya semakin terkikis, bukan tidak mungkin negeri ini akan mengalami kemunduran. “Saya berharap para Muslim negarawan mampu menjadi teladan yang baik bagi para pemuda-pemuda bangsa yang lain, kita harus menyiapkan sosok kader-kader pemimpin yang siap berkorban untuk kemajuan negerinya” ungkapnya.

this post created by : Tika Yanuar Pratiwi

other photos :

Urgensi Peran Wanita dalam Mendidik Generasi Rabbani

Apa saja peran wanita?

Pertanyaan yang cukup sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam. Wanita, berasal dari kata “Wani ditoto”(berani diatur). Sebagai fitrah-nya wanita membutuhkan seorang laki-laki(suami) yang akan menjaganya. Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa “wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki yang paling bengkok. Maka dari itu, dalam mendidiknya harus penuh kehati-hatian dan kelembutan. Jika terlalu kasar, tulang itu akan pecah. Namun, bila dibiarkan akan semakin bengkok. Begitulah perumpamaan seorang wanita.

Okey, kita kembali ke pembahasan. Dalam benak kita mungkin terbesit sebuah jawaban “sebagai seorang ibu”. Yupz, jawaban yang cerdas, salah satu tugas wanita yang harus dilakukan adalah menjadi seorang ibu. Kita tahu, betapa pentingnya peran wanita sehingga menentukan tingginya peradaban sebuah negara. Seorang Umar bin Abdul Aziz, khalifah(red: pemimpin) dari dinasti Umawi yang terkenal begitu adil, jujur dan bertakwa. Tidak begitu saja lahir tanpa seorang peran wanita yang tangguh dan penuh ketakwaan terhadap Tuhan-Nya. Peran sentral ibu dalam mendidiknya menjadikan Umar menjadi sosok yang luar biasa saat itu.

Nah, jika kita mengharapkan generasi muda seperti Umar bin Abdul Aziz, sudah adakah wanita-wanita hebat seperti ibu Umar bin Abdul Aziz? Pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab secara langsung. Jika kita menginginkan generasi penerus yang tangguh, hebat dan bertakwa, kita harus mempersiapkan para wanita yang tangguh itu. Supaya mereka pantas melahirkan dan mendidik generasi yang hebat. Dalam hal ini, perlu adanya pembinaan dalam tiga hal. Pertama, Pembinaan ruhiyah(jiwa) supaya wanita tetap dalam kecantikan takwanya. Kecantikan yang bukan hanya terpancar dari segi fisiknya, namun karena kejujuran dan kebenaran adalah pancaran yang terlihat. Kedua, Pembinaan jasadiyah(fisik) agar wanita senantiasa sehat secara fisik. Proses mencetak generasi yang Rabbani harus dicapai dengan tenaga ekstra dan fisik yang kuat. Dan Pembinaan fikriyah(Pemahaman) sehingga ibu yang cerdas bisa mendampingi setiap tahap belajar anaknya. Berusaha menjadi ibu cerdas dan hebat dimata anaknya dengan menjawab pertanyaan dengan jawaban yang logis.

Mengapa harus dengan tiga pembinaan tersebut? Hal tersebut disebabkan, ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya. Guru pertama yang dijumpai seorang anak, yang mengajarkan kejujuran dalam berkata dan kesantunan dalam bergaul. Memberi contoh tanpa kenal lelah dan guru yang tak akan pernah memberi ulangan.

 

#pious_girl

Dept. KP KAMMI UM

Peran Mahasiswa Sebagai Agen Pembangunan dari UM

Awal saya membaca topik ini, ada sedikit rasa heran, heran karena khayal ini langsung melambung tinggi, mengingat akan semua yang ada di my first campus, semua, semuanya tanpa terkecuali, jika saya di kasih kesempatan untuk meceritakan tentang hubungan antara kampus ini dengan saya, atau bahkan sebaliknya, hubungan saya dengan kampus ini, yang intinya sama. Maka jika tulisan saya berbentuk softfile, maybe hardisk eksternal anda yang berkapasitas 1000 Terabyte pun tidak sanggup menampungnya, atau jika berbentuk hardfile, mungkin kamar kost anda yang rata-rata berukuran 3 X 3 tidak muat untuk menyimpannya yang dampak terparahnya anda harus mengungsikan diri ke kamar teman anda yang lain.  ,it just in my mind, oke, just intermezzo untuk menegendurkan otot urat syaraf in your brain.
Kembali fokus ke topik utama, kalau saya boleh jujur, sebenarnya terjadi dilema etis di dalam benak saya, saat saya mulai menulis tulisan ini, kenapa? Karena yang dibahas disini ( Pembangunan ) cukup sensitif bagi orang-orang birokrasi di kampus ini, jadi saya sedikit ragu-ragu untuk menulisnya, kecuali jika ada pihak panitia yang bertanggung jawab jika nantinya terjadi kemungkinan-kemungkinan yang tidak saya inginkan, bahkan kemungkinan terburuk mungkin saya harus merasakan hidup dibalik jeruji besi sebelum saya bisa menamatkan studi S1 saya ini.but, this is only my oppinion. Jadi panitia tidak berhak menghapus apalagi mengedit tulisan-tulisan saya, setuju kan? :-p .
Pembangunan, mari kita mulai membuka mindset kita, yang awalnya saat kita mendengar kata pembangunan, yang terlintas dibenak kita hanya pembangunan dalam bentuk fisik, seperti gedung-gedung yang semakin menjulang tinggi (fakta : paling tinggi 4 lantai. wacana : paling tinggi 7 lantai. red : gedung rektorat) di kampus kita tercinta ini. tidak, sobat. Pembangunan bukan hanya dalam hal fisik, pembangunan juga termasuk dalam peningkatan dalam keilmuan, moral, ahklak, keimanan dan ketakwaan mahasiswa yang ada di UM ini. Kita harus meluruskan niat kita, anda memilih UM dan anda juga pasti sudah tahu bahwa UM ini adalah kampus yang basicnya IKIP (75 % pendidikan, dan 25% non-pendidikan), maka, mau jadi apa anda setelah lulus dari kampus ini? Pegawai? Karyawan? Direktur? Teller Bank? Atau apapunlah, saya akan dengan lantang membantah bahwa keinginan anda itu kurang tepat, kurang tepat jika anda tidak memilih menjadi seorang pendidik, Guru, Dosen, Konsultan, Pembimbing atau apalah yang masih berhubungan dengan kegiatan membentuk karakter dan kepribadian peserta didik. Anda disini dibentuk menjadi seorang pribadi yang berkarakter, bermoral, beriman, dan bertakwa, yang nantinya dengan karater yang anda miliki itulah anda bisa membimbing seorang atau sekelompok manusia agar menjadi seperti anda atau bahkan lebih baik dari anda.
Sebagai seorang pendidik, yang terpenting menurut saya adalah tauladan dari diri anda, bukan nasehat. Tidak akan ada hasil yang tercapai dari suatu nasehat, apabila anda sendiri tidak melakukannya, bahkan tidak memberi contoh atau tauladan pada diri anda sendiri. Senjata utama anda adalah tauladan jika diibaratkan dengan pistol, maka tauladan itulah pistolnya, dan nasehat adalah amunisi atau pelurunya yang siap ditembakkan kepada target yang telah anda bidik sebelumnya. Di dalam sebuah Hadits Shohih, Nabi kita (bagi yang beragama islam) Muhammad SAW adalah suri Tauladan yang baik, BUKAN suri Nasehat yang baik, nabi kita telah mencontohkan sedemikian rupa, semua aspek kehidupan ada dalam perjalanan hidup beliau, bahkan beliau sering disebut-sebut sebagai Al-Qur’an yang berjalan, karena kesempurnaan akhlaknya mampu menandingi kitab suci tersebut. maka dari itu, ayo sobat-sobatku semua, sudah siapkan membenahi diri? Awali semua dari diri sendiri, lalu orang-orang terdekat anda, dan seiring berjalannya waktu maka anda pun bisa memaksimalkan peran anda sebagai mahasiswa sebagai agen pembangunan dari UM . Mulailah kita membenahi diri, merubah semua apa yang jadi kekurangan kita, untuk menjadi pribadi yang mulia, berkarakter, bermoral, beriman dan berakhlak.Semangat untuk sebuah perubahan, karena Allah akan melihat dari proses yang telah kita perjuangkan dari pada melihat hasil yang telah kita peroleh. Karena orang yang sukses, berbuat untuk memulai sedangkan orang yang gagal berpikir untuk memulai. Semangat, life is choice.

By: Dedy K (KAMMI UM 2011)