TANTANGAN TEREHADAP UPAYA MENGHIDUPKAN BUDAYA AKADEMIK ISLAMI( BUDAYA YANG BERMARTABAT)

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

telur01
Ciri akademik dalam budaya akademik Islami ditandai dengan upaya untuk membawa masyarakat ke arah hidup secara rasional, tidak emosional, mengikuti dalil-dalil sesuai dengan temuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berproses sesuai dengan tradisi keilmuan yakni bersikap objektif, kritis, argumentatif rasional, berani dan teguh berpegang kebenaran ilmiah.
Ciri islami dalam budaya akademik islami juga jelas, yakni ditandai oleh prinsip untuk membawa masyarakat agar hidup sesuai dengan tuntutan Allah swt secara utuh (kaafah) membawa masyarakat agar dalam seluruh proses kehidupannya baik dalam sisi kehidupan pribadi, berkeluarga, dan berbangsa-bernegara mengikuti tuntutan Allah swt dalam lingkup kehidupan masing-masing. Budaya akdemik itulah yang menjamin manusia dan masyarakat menjadi sukses kehidupannya didunia apakah sebagai pribadi, keluarga,maupun bangsa dan sukses juga nasibnya di alam akhirat nanti.
Dalam kasus Indonesia, tantangan terhadap budaya akademik Islami bukan tantangan yang ringan karena kelompok pertama (golongan kafirin) misalnya memililki kekuatan internasional yang amat kuat yang dimotori oleh kekuatan secara material negara Barat, sedang tantangan dari kelompok kedua (golongan Islam sendiri) juga sangat berat dan mereka cenderung semakin banyak jumlahnya karena negeri ini sempat dijajah oleh kaum penjajah kafirin yang sempat mempengaruhi umat untuk bersikap sekular, disamping pendidikan umat Islam Indonesia umumnya juga relatif masih lemah, ditambah kondisi sosial-ekonomi umat juga masih memprihatinkan.
Mengingat tantangan yang cukup berat itu maka kehidupan Budaya Akademik Islami di negeri ini benar-benar harus kokoh dalam segala hal, kokoh dalam berprinsip , terus konsisten dengan perjuangannya, memperbanyak dukungan dalam semua jajaran struktur sosial, melakukan konsolidasi sesama, dan memilih strategi efektif untuk secepatnya membawa umat, bangsa, dan negerinya dalam suasana budaya akademik Islami demi keberhasilan umat Islam dan umat manusia dari kehancuran oleh maraknya budaya yang diinspirasi oleh kekuatan syetan.
Dalam proses kehidupan manusia yang heterogen akan selalu ada perbedaan visi budaya. Oleh karena perbedaan visi itulah maka masing-masing penganut budaya tertentu akan berusaha keras mempengaruhi masyarakatnya agar mereka berubah sesuai dengan visi budayanya. Persaingan budaya antar sesama anggota masyarakat umumnya juga akan menyebar ke tingkat kekuasaan dan menjadi pertarungan ideologi yang berskala nasional. Pemenang persaingan budaya itu tentu akan diperoleh oleh siapa yang kuat dan memilliki perangkat yang memadai dalam proses pertarungan tersebut. D isinilah terletak sunnatullah persaingan dalam pertarungan sosial.
Jadi kesimpulan dari kehidupan manusia yang ingin meningkatkan budaya akademik Islam. Bahwa kita sebagai penegak Islam yang istiqomah harus menanamkan cinta kita kepada Allah dan rasullullah karena dengan itu kita dapat membawa manusia dan masyarakat untuk hidup dalam budaya akademik Islami dari golongan kafirin.
Pesan saya: Untuk kita sebagai generasi emas penerus bangsa dan negara. Pejuang Islam yang kuat adalah yang tidak putus-putusnya untuk selalu memperkuat jasadiah dengan terus belajar untuk memunculkan tekat islam dengan berpegang teguh dengan hadist dan sunnah Rasulullah serta Al-qur’an. Niatkan semua tujuan, visi dan misi islam kita di dalam hati dengan selalu mengasah pola pikir kepribadian yang islami agar kita menang melawan golongan kafirin.

KARYA CIPTA: CAHYA BAGUS TRI SENJAYA
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s