KEMERDAKAAN ENERGI KEMERDEKAAN NEGERI

 

UMUR 67 tahun jelas bukan lagi usia muda. Tapi, bagi perjalanan dan kematangan sebuah bangsa, 67 tahun belumlah apa-apa. Hampir semua bangsa-bangsa yang hari ini kita saksikan telah mencapai kejayaan, butuh waktu lebih dari satu abad untuk meraih itu.

Namun, itu sama sekali bukan pembenar bagi bangsa Indonesia untuk tidak melakukan lompatan. Apalagi, sejumlah negara ‘baru’ dengan usia yang jauh lebih muda mulai merangsek menembus papan tengah negara-negara dengan kemajuan melesat di dunia.

Sumber daya alam kita, kendati sudah dikuras, masih mendatangkan kemaslahatan bagi anak bangsa. Belum lagi kekayaan keanekaragaman hayati yang merupakan tertinggi di dunia.

Salah satu dari tujuh profesor termuda di dunia adalah orang Indonesia. Sejumlah penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat dunia juga lahir dari Indonesia. Belum lagi sejumlah penghargaan olimpiade di bidang sains dan teknologi yang saban tahun digenggam oleh anak-anak muda Republik ini.

Karena itu, yang dibutuhkan bangsa saat ini ialah kebersamaan untuk mengerahkan, menggerakkan serta menyatukan segala sumber daya dan energi demi kemajuan negeri. Untuk mencapai itu, pemimpin bangsa ini harus bisa menggerakkan potensi menjadi aksi, bukan sekadar wacana.

Padahal, ?

Dalam waktu enam tahun ke depan, hingga 2018, terdapat puluhan kontrak migas (PSC-JOA) yang akan berakhir.

Blok-blok dmaksud antara lain Siak (Chevron,2013), Mahakam (Total,2017), South Sumatra, SES (CNOOC, 2018),South Natuna SeaB(Conoco-Phillips)

East Kalimantan (Chevron, 2017), Sanga-sanga (Virginia, 2018), Lho Sukon B (Exxon, 2017),

Corridor, Bertak, dan Bijak Ripah (Conoco-Phillips, 2016), Onshore Salawati Basin (PetroChina, 2016) #kedaulatanMigas

Ogan Komering (PetroChina, 2018), dan Arun B (Exxon, 2017) #KedaulatanMigas

Hampir semua blok tersebut masih menyimpan cadangan besar, telah dikelola asing sejak 1970-an, #kedaulatanMigas

Rakyat sudah menunggu agar impian kesejahteraan itu segera datang. Pada titik itulah, cita-cita kemerdekaan benar-benar dirasakan.

Catatan kaki

Editorial media indonesia 17 Agustus 2012

Marwan Batubara ( Pegiat IRESS )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s