Coreng di wajah BEM-U UM ( AWAK )!!!

“Totalitas Perjuangan”

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

***
( sepenggal lirik lagu totalitas perjuangan)

Jati diri BEM UM
Bertahun tahun aktivitas kemahasiswaan membeku di tingkat Universitas. Student govermennt BEM U ini cenderung tertutup dan tak ubahnya sedang mati suri. Entah sudah berapa tahun BEM U ini tersandera oleh kebodohan. Sudah sekitar empat bulan masa kerja (Terhitung sejak 1 Januari 2012 sesuai dengan hasil kongres dan pedoman rektor tentang organisasi kemahasiswaan ) kita tercinta, pertanyaanya sudah kah berkontribusi?. Mari kita kaji janji-janji mereka. Sudahkah semua janji janji saat kampanye dulu sudah selangkah terealisasi atau janji mereka sudah basi?.

Kesalah fahaman fungsi BEM

Arah pengembangan menurut Pedoman Rektor 2010 dalam Bab 1 Pasal 3: Organisasi kemahasiswaan diarahkan dan dikembangkan agar mahasiswa mampu meningkatkan daya penalaran; menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; berjiwa penuh pengabdian, kemandirian; serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan universitas, bangsa dan Negara, didasarkan atas tata kehidupan masyarakat ilmiah. Tapi faktanya?, BEM U hanya sebagai alat pragmatis dan politis untuk mendapat kekuasaan bukan sebagai ruang perdebatan dialektis. Padahal BEM UM seharusnya berfungsi sebagai intelektualitas, bukan sekadar kepentingan politik?

Banyak isu yang di biarkan begitu saja oleh BEM UM, seperti korupsi di Pengadaan Alat Lab Fisika, RUU-PT, Naiknya harga BBM dan masih banyak lagi isu yang harus di kaji dan sikap dari BEM UM dalam setiap isu. Tapi faktanya? isu isu itu harus diambil oleh kalangan Pers Mahasiswa. Apakah ini sengaja atau memang telinga mereka tuli?. BEM bersifat apatis dan cenderung tertutup. Sistem pemerintahan di kampus yang bersifat federal ini dari tahun ke tahun tak ubahnya sebuah kodok yang terkurung dalam tempurung. Tak bisa apa-apa, apakah sang suksesor prsiden kita Saudara Awak yang memenangkan Pemira BEM 2012 belum purna dengan persoalan kapasitas. Mengapa BEM UM “menelanjangi” daya kritis dan aktif mahasiswa. mahasiswa tidak lebih hanya seseorang yang duduk di bangku SD; polos, taat dan patuh pada yang lebih tua karena sejatinya otak belum berisi apa-apa. Apakah termasuk anda?

Mengutip kalimat Soekarno saat kuliah umun di Universitas Padjajaran Bandung 1958. Universitas adalah tempat untuk memahirkan diri kita, bukan saja di lapangan technical and managerial know how, tetapi juga di lapangan mental, di lapangan cita-cita,di lapangan ideologi, di lapangan pikiran. Jangan sekali-kali universitas menjadi tempat perpecahan.

Dosa dosa besar BEM-U UM

KIK. Harusnya menjadi perhatian BEM U. Namun sampai saat ini tidak ada tanggapan sikap BEM U yang sekarang untuk mengkrtisi serta mengkaji kebijakan rektor ini. Selain itu, satu hal yang lagi-lagi menjadi pertanyaan adalah ke mana penarikan disinsentif atas karcis berbayar yang diberlakukan pada kendaraan tanpa KIK ( Kartu Identitas Kendaraan )? Memang, sekali lagi transparasi dana yang satu ini juga masih dipertanyakan. Sampai saat ini kebijakan pemberlakukan KIK memang masih tidak jelas.
Transparansi Beasiswa. Menjadi buah perbincangan di kalangan mahasiswa banyak mahasiswa yang seharusnya pantas untuk mendapatkan beasiswa malah tidak mendapatkan beasiswa. Dalam hal ini penghubung lidah rektorat dengan mahasiswa dalam hal beasiswa adalah BEM. Namun sekali lagi BEM tidak mampu menjadi solusi atas pengaduan dari ratusan mahasiswa. #antara yang pantas dan tidak pantas mendapat beasiswa.
BEM cenderung tertutup tidak mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, minat, akademis, etika, moral dan wawasan kebangsaan. Serta pembinaan dan pengembangan kader kader bangsa yang berpotensi dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dalam hal ini BEM UM telah melanggar ataupun telah mengkhianati Pedoman Rektor BAB 3 tentang kedudukan, fungsi dan tanggung jawab pasal 7 ayat 2, 3, 4,5,6 dan 7. ( Samapai hari ini belum ada satu kegiatan besar pun yang di lakukan BEM U )
BEM tidak melayangkan sikap protes terhadap komersialisasi fasilitas kampus yang telah mengedepankan kepentingan uang daripada kepentingan ORMAWA. Banyak ORMAWA di UM yang harus mengalah dan menyesuaikan jadwal komersialisasi daripada kegiatan yang sengaja diadakan oleh ORMAWA untuk mahasiswa. Padahal fasilitas kampus di buat sebagian dari dana APBN atau pajak rakyat untuk kepentingan mahasiswa. Apakah sepantasnya kampus melakukan komersialisasi fasilitas kampus yang di bangun atas pajak rakyat dan mempersempit ruang bagi mahasiswa untuk meminjamnya . Berkali kali BEM UM tidak mampu menyelesaikan masalah ini.
5. BEM kehilangan jati diri?. BEM melakukan pengkhianatan AD ART ORMAWA yang menjadi konstituisi BEM UM. Serta, bentuk pengkhianatan kepada awal pendiri BEM UM. Sejatinya BEM UM adalah warisan sejarah. Meminjam istilah seorang senior Ketua LDK Hasanudin Abdulrakhman : Lemabaga-lembaga publik seperti BEM, BEM FA, LDK sejatinya adalah ruang bukan subjek. Yang seharusnya diwarnai dengan intelektualitas bukan sekedar kepentingan politik.? Semoga…

Buka mata dan pasang telinga! Tidak ada yang bisa di banggakan dari BEM U kita. Sekarang bukan saatnya untuk bersikap apatis dan tidak peduli. Mahasiswa adalah refleksi masa depan Indonesia, maka bergeraklah! Karena diam adalah pengkhianatan!!!!!

Penulis :
Ilham Satrio Utomo. april, 2012
Anggota Dewan Mahasiswa Fakultas Teknik Komisi C ( Pemerintahan )
http://ilhamsatrioutomo.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s