Bayanat Aksi UNAS

*Malang adalah Kota Pendidikan, lalu mengapa masih
banyak yang tidak lulus UNAS?”

Sebagai salah salah satu sentra kota pendidikan,
peran pemerintah daerah tentu sangat sifnifikan untuk
menjaga agar kota ini tetap sebagai trend setternya
pendidikan di Indonesia.
Akan tetapi sebuah hasil yang mengecewakan masih
terjadi di kota malang.
Jumlah siswa yang tidak lulus UNAS masih besar.
Hal ini tentu saja memberikan pertanyaan bagi kita
terhadap kinerja pemkot, terutama dalah hal ini adalah
diknas yang bertanggung jawab atas hal ini.
Kenapa hal ini bisa terjadi??
Salah satu dari peran pemerintah untuk menjaga
entitas kota kita ini sebagai sentra kota pendidikan
adalah dengan memberikan dukungan penuh untuk
memperbaiki supra dan infrastruktur pendidikan,
terutama bagi pendidikan dasar mulai dari SD hingga
SMU.
Peruntukan anggaran yang dialokasikan untuk konsumsi
publik secara langsung yang meliputi tiga sektor
strategis yaitu, pendidikan, kesehatan, dan
kesejahteraan harus menjadi porsi utama kebijakan
pemerintah daerah.
Karena tiga aspek inilah yang menunjang kehidupan
masyarakat yang paling pokok, sehingga butuh perhatian
khusus dari pemerintahan daerah.
Kalo kita melihat hal ini dalam realitanya di
lapangan, sudahkah diwujudkan oleh pemerintah daerah?
Dilihat dari komposisi APBD tahun 2008 yang beberapa
waktu lalu telah disahkan, pertanyaan itu sebenarnya
bisa kita jawab sendiri.
Besarnya anggaran pendapatan dan belanja kota malang
yang mencapai kurang lebih 700M lebih sebagian
besarnya hanya di habiskan untuk biaya operasional
pemkot.
Sementara untuk belanja langsung yang diperuntukkan
untuk konsumsi publik hanya sekitar 30 persen.
Dengan demikian, bisa kita nilai bahwa peran
pemerintah daerah dalam sektor pendidikan sangat minim
kalau tidak bisa kita katakan nihil.
Apakah publik kota malang sudah tahu hal itu ???
Padahal kalo kita mau jujur, maka kebutuhan kota
malang di sektor pendidikan pada saat ini adalah peran
aktif pemerintah daerah yang bernilai positif yang
akan menunjang perkembangan sektor tersebut kearah
yang lebih baik.
Sangat kita sayangkan kalo anggaran sebesar itu
sebagian besarnya hanya dihabiskan untuk biaya
operasional pemkot.
Padahal, kalau kita mau telusuri lebih jauh, porsi
anggaran itu belum tentu mendatangkan kesejahteraan
bagi kehidupan masyarakat.
Kenapa bisa kita katakan demikian? Karena tidak bisa
kita hindari, bahwa budaya korupsi yang berlindung
dibalik kebijakan sangat gampang untuk dilakukan.
Dan kita sebagai masyarakat kota ini tidak banyak
yang tahu akan hal itu, karena memang dikemas dengan
rapi dan tidak terlihat.
Lalu pertanyaannya, akankah hal ini hanya kita biarkan
saja? Sebagai masyarakat yang cerdas dan terpelajar
tentu saja kita tidak boleh membiarkan hal ini bakal
terus terjadi.
Karena kalau hal ini kita biarkan saja, maka bisa kita
pastikan entitas kota ini akan hilang secara
berangsur-angsur sebagai akibat dari kebijakan
pemerintah yang tidak pro masyarakat tersebut.
Peran kita sekarang adalah, memastikan untuk ke depan
hal ini tidak terjadi lagi.
Kita semua tentu saja sangat menginginkan pemimpin
yang benar-benar cinta dan peka terhadap permasalahan
rakyatnya yang kemudian diwujudkan pada kebijakannya
yang pro terhadap rakyatnya terutama rakyat kecil.
Peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu
tugas utamanya, tentu saja nantinya akan berdampak
langsung terhadap kualitas intelektual masyarakat.
Kalau kualitas intelektual masyarakat sudah semakin
baik, maka tentu akan berdampak juga pada peningkatan
taraf hidup masyarakat.
Pemimpin yang kita butuhkan sekarang adalah yang bisa
mewujudkan hal tersebut.
Kita sebagai masyarakat kota malang harus benar-benar
bisa memastikan bahwa kita kedepan tidak salah dalam
memilih pemimpin. Kita tidak ingin kejadian yang
menimpa kita sekarang ini akan menimpa kita lagi
kedepannya.
Jadikanlah kejadian yang menimpa kita saat ini sebagai
pelajaran yang akan kita gunakan dalam menetukan
pilihan kita kedepannya.
Oleh karena itu, agar dalam momen pilkada ini agar
kita sebagai masyarakat malang benar-benar bisa
mendapatkan sosok pemimpin yang memiliki kriteria
paling tepat dalam memimpin kota malang, kita harus
memilih pemimpin yang telah teruji kemampuan dan
kejujurannya dalam berkarya selama ini.
Agar entitas kota malang sebagai sentra kota
pendidikan bisa dipertahankan bersama oleh pemerintah
maupun kita sebagai masyarakatnya.
Dan akhir kata, menentukan pemimpinnya sendiri bagi
masyarakat kota Malang yang sesuai dengan entitas kota
kita ini adalah tugas kita dalam pilkada nanti.
Selamat memilih.

Nb:pemberitahuan bagi kader dan simpatisan kammi
untuk turun aksi pilkada kamda hari sabtu 28 juni jam
9, kumpul di bundaran veteran ub

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s