HikMah BaTu BaTA

Salam sejahtera buat Ikhwatifillah yang senantiasa mengambil hikmah dari setiap fenomena. Ikhwatifillah, pernahkah kita sejenak meluangkan waktu untuk sekedar menatap batu bata ?


Alangkah percumanya?
Mungkin itu yang akan terlintas dalam pikiran kita.


Tapi seorang yang bijaksana adalah yang mampu melihat setiap fenomena dengan positif thinking.
Batu bata adalah batu bata itu sendiri dan takkan pernah berubah jadi emas.Ia adalah gambar, akan seperti karikatur majalah yang ‘terpandang’ dan kemudian terbuang kalo tak mampu memaknainya.

Ikhwatifillah sesungguhnya batu bata adalah sosok yang memiliki keikhlasan yang tinggi. Tampil dengan sepenuh kekuatan untuk menopang beban, tanpa pernah merasa ingin dipandang. Andai ia punya niat untuk dipandang tentunya akan merusak wajah dari sesungguhnya harus terlihat.

Ikhwatifillah, ketika bekerja dalam sebuah tim, organisasi, dan jamaah berarti kita siap menjadi yang terbaik dengan segenap kemampuan kita. Ambisi pribadi harus kita redam, sebab ia akan seperti bara dalam sekam. Sekali-kali bercerminlah pada batu bata yang tersusun, terselimuti dan takkan pernah lagi kita melihatnya. Namun kita tahu bahwa ia punya peran yang besar.

Ikhwahfillah, dalam jamaah dakwah ini tentunya ada pembagian amanah. Semuanya menentukan dalam proses menuju kemenangan dakwah di muka bumi (minimal di Indonesia), tidak ada sesuatu yang disepelekan dalam setiap pembagian amanah. Sampai saat ini kita memang terus bercita-cita agar diberikan kemenangan oleh Allah, namun sampai saat ini yang terjadi adalah penurunan kualitas dari para aktivisnya (kata para pendahulu). Bisa jadi target dakwah belum tercapai karena saya gagal melaksanakan amanah yang diberikan. Dakwah ini mundur karena amalan yaumiah saya tidak beda jauh dengan orang ammah atau bahkan lebih rendah dari mereka yang notabene belum tersentuh tarbiyah. Kalau kita yang sudah tertarbiyah saja masih ‘parah’, apalagi mereka yang di luar sana, yang senantiasa menunggu cahaya Islam dari kita, para aktivis. Pernahkah kita berpikir kalau dakwah ini gagal karena memang saya yang kurang tilawahnya, jarang Qlnya, sedikit bersedekah. Karena kelemahan tersebut maka Allah menurunkan azabnya pada jamaah ini. Karena kesalahan saya, jamaah ini belum dimenangkan oleh Allah.

Wallahu a’lam bishoshowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s