REVITALISASI PERAN KASTRAT DI KAMPUS

Dalam GBHO KAMMI terbaru hasil muktamar V di Palembang, september 2006 kemarin, tepatnya di bab III pasal 10 tentang posisi KAMMI di kampus. Dalam pasal itu dijelaskan bahwa KAMMI dalam aktivitasnya di dalam dan dengan institusi pendidikan tinggi(kampus) berusaha untuk menciptakan lingkungan akademik (civitas academica) yang egaliter, kritis, demokratis, dan independen. Dalam tafsiran itu kita dapat melihat KAMMI mempunyai cita-cita yang tinggi terhadap perubahan kampus. Hal ini merupakan sebuah konsekuensi gerakan KAMMI yang notabenenya memang lahir dari rahim dakwah kampus.

Menilik peran kastrat

Kajian strategis atau yang lebih familiar dengan sebutan kastrat merupakan salah satu organ di KAMMI yang mempunyai peranan sentral dalam melakukan proses perubahan di kampus. Sebagai wadah yang berfungsi melakukan kajian-kajian terhadap isu strategis yang sedang beerkembang, kastrat diharapkan mampu menjadi pioner dalam melakukan proses rekayasa sosial politik di kampus. Dalam mengemban tugas yang sebesar itu, diperlukan tenaga ekstra yang tak pernah pantang menyerah dalam segala situasi dan kondisi dan selalu memikirkan gagasan-gagasan solutif terhadap proses dinamika sosial politik yang selalu berubah di kampus. Sebagai sekolah politik kader, kastrat juga diharapkan mampu menjadi kawah candradimuka pencetak kader-kader yang tangguh dalam wawasan perpolitikan, khususnya di kampus.

Kastrat di kampus UM

Jika kita mengerucut skop pembicaraan kita tentang bagaimana peran kastrat selama ini terhadap dinamisasi kampus kita tercinta, kampus perdamaian Universitas Negeri Malang, maka kita harus menyesuikan dengan kondisi kampus yang ada. UM yang awalnya merupakan kampus pendidikan(mantan IKIP), kini telah beralih dengan tidak hanya mengkhusukan diri di wilayah itu. Perkembangan yang begitu cepat terhadap proses perubahan menuntut untuk membuka wilayah-wilayah yang tidak hanya menghasilkan tenaga pendidik tapi juga tenaga profesional. Sehingga bidang akademik menjadi fokus utama untuk menyukseskan usaha itu. Tidak heran kalau kemudian di kampus ini kegiatan kemasiswaan sedikit kurang diberi ruang kebebasan untuk bergerak karena memang mahasiswa akan di arahkan menjadi sosok-sosok dengan akademik yang tinggi. Realitas ini sedikit memberikan gambaran kepada kita tentang tantangan yang kita hadapi oleh kastrat kedepan. Bagimanapun juga, kalau kita baca sejarah masa lalu terutama dijaman orde baru, nampak jelas bahwa matinya gerakan mahasiswa sekaligus akan mematikan sikap kritis mahsiswa dalam proses pengontrolan terdapap kebijakan2 di kampus. sehingga yang terjadi mahasiwa hanya menjadi robot-robot yang mau disuruh kesana-kesini tanpa memiliki daya nalar kritis. Pengekangan kebebasan juga akan mematikan proses kreativitas mahasiswa, padahal tidak dapat dipungkii bagaimana peran OKP(organisasi kepemudaan) dalam menciptkan proses dinamisasi di kampus. Strategi gerakan kastrat kedepan adalah bagimana merubah pola pikir mahasiswa dan pihak struktural tentang urgensi peran pemuda/mahasiwa dalam menawarkan gagasan kreatif dan solutif terhadap permasalahan kampus dengan memberikan ruang gerak yang bebas bagi mereka untuk bersikap kritis&solutif. Saya pernah berdiskusi dengan salah satu guru besar di FIP, bapak NoorSjam bahwa memang penting sekali pendidikan politik bagi mahasiswa, jangan hanya pintar secara akademik karena setelah lulus, kita tidak hanya dihadapkan pada fenomena bagaimana kita mencari makan atau kerja dari ilmu/bidang yang kita kuasai tetapi tantangan bagaimana mengubah realitas sosial poltik di masyrakat dan negara yang semuanya ini menuntut kita untuk berperan dalam proses perubahan itu dan tentunya tanpa pemahaman politik sulit meraih cita-cita mulia itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s