MENENGOK SEJARAH MASA LALU SEBAGAI CERMIN MENATAP MASA DEPAN KAMMI YANG LEBIH CERAH


Ditulis oleh Salman Sakif

kadept kastrat KAMMI komsat UM 2008

Jangan sekali – sekali melupakan sejarah. Begitulah kata – kata yang sering dilontarkan oleh bapak bangsa pertama, bung Karno. Melihat masa lalu bukan berarti kemunduran atau ketidakberanian untuk menapak masa depan. Namun masa lalu harus kita pandang sebagai lintasan waktu dan kejadian yang memberikan pelajaran sekaligus cermin sejauh mana sejauh mana sejarah yang ingin kita wujudkan kedepan lebih baik dari masa sebelumnya. Jadi, masa lalu tidak selamanya kita kubur dengan tetap menatap masa depan. Bisa jadi kesalahan masa sekarang adalah akibat dari kesalahan masa lalu. Jadi masa lalu adalah koreksi untuk perjalanan selanjutnya. Begitulah yang terjadi dalam perjalanan sejarah KAMMI.

Tidak ada satu pergerakan ataupun organisasi di dunia ini yang bertahan lama perjalanannya kecuali yang memiliki idiologi yang jelas dan syarat akan nilai-nilai ketuhan. Idiologi yang lahir dari inspirasi dan rekayasa manusia hanya akan bertahan dalam tataran normatif dan wacana, kalaupun bergerak dalam tataran operasional tidak akan pernah tercapi tujuan yang sebenarnya dan diwarnai oleh pro dan kontra.
Untuk itu pilihan idiologi dalam pergerakan adalah kunci terhadap masa depan pergerakan. Idilogi tidak terbatas oleh hanya oleh ruang dan waktu, tapi idiologi mampu merubah logika kebatilan menjadi kebenaran sampai pada idiologi itu menjadi keputusan sikap dan berfikir manusia sesuai kehendak sang pencipta yaitu Allah. Jadi idiologibersifat konstan, manusia tidak berhak untuk merubah prinsip-prinsip mutlaknya, tetapi dalam tataran operasional diperlukan kreatifitas, yaitu melalui dinamika.

KAMMMI dari awal berdirinya telah mengambil momentum yang sangat tepat. Dimana pada saat bangsa ini dilanda oleh krisis multidimensi terutama ekonomi dan politik, KAMMI hadir dengan keberaniannya menampilkan idiologi Robbani yaitu Islam.Artinya sejak awal KAMMI telah memiliki kunci kemenangan masa depan yaitu kejelasan “Idiologi”.
Ini adalah kekuatan utama yang dimiliki KAMMI sejak awal berdirinya. Kekuatan berikutnya adalah sumberdaya manusia (pengususng idiologi) yang telah teruji secara pengusaan teori idiologi serta pengalaman dilapangan (amal). Walaupun ruang lingkup pengalaman lapangan ini masih terbatas pada wilayah-wilayah normatif (kajian-kajian) dan ke Islaman seperti halnya hadirnya lembaga dakwah kampus (LDK).
Wilayah-wilayah publik belum terkombinasi kuat dengan wilayah dakwah (kegiatan ke Islaman). Namun keberanian untuk berinteraksi dengan elemen lain telah dibuktikan oleh kader-kader KAMMI lewat aksi-aksi sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Kekuatan berikutnya yang dimiliki KAMMI adalah, kekuatan jaringan yang meluas secara nasional. Hampir disemua propinsi KAMMI ada, ini menunjukkan bahwa syarat kuantitas telah terpenuhi sebagai basis pergerakan. Namun kekuatan ini belum didukung oleh kekuatan infrastruktur, sehingga mekansime dan koordinasi jaringan belum berjalan secara efektif. Hal ini terjadi karena masih terlalu mudanya usia KAMMI, sehingga masih perlu banyak belajar.
Selanjutnya adalah, bahwa KAMMI lahir ditengah-tengah sistem dakwah yang sudah terbentuk sebelumnya yaitu tubuh dakwah. Jadi KAMMI merupakan sayap dalam dakwah secara universal dalam konteks Indonesia. Karenannya perannya sebagai sayap dakwah, maka KAMMI harus menjadi komponen yang harus tetap kuat dan berkembang agar tubuh dakwah bisa berjalan efektif. Jadi KAMMMI memiliki daya dukung kekuatan dakwah yang besar, sehingga hal ini memungkinkan untuk solid dalam jangka waktu panjang seiring dengan perjalanan dakwah yang bersifat tidak pernah berhenti.
Dari kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh KAMMI selama ini, maka tidak ada alasan untuk tidak dapat berkembang dan bergerak secara efektif dalam rangka menunjukkan idiologi yang dimiliki yaitu islam.

Namun tidak semudah membalikan telapak tangan untuk memujudkan idiologi dari nilai-nilai normatif menjadi aplikatif. Pada kondisi yang demikian diperlukan manajemen (manhaj)yang baik dalam memainkan idiologi untuk senantiasa bergerak dan tetap solid. Ada beberapa hal yang harus tetap dipertahankan di jadikan ritme dalam pergerakan KAMMI kedepan agar tetap solid dan kuat.

  1. Menjaga komitmen anggota dan pengurus

  2. Menjaga visi dan misi agar senantiasa hidup

  3. Menampilkan gerakan KAMMI sebagai gerakan yang independen

  4. Melakukan intensifikasi gerakan dengan tidak hanya gerakan yang berbasis massa tapi berbasis elit sehingga ketika sudah ada sinkronisasi antara keduanya maka KAMMI akan menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa.

  5. Dan yang terakhir adalah membaca secara tuntas sejarah perjuangan sehingga memiliki kearifan menetukan kebijakan di masa depan.

Konsolidasi dengan semangat baru adalah langkah yang tepat untuk diambil KAMMMI. Mari kita lihat masa lalu KAMMI sebagai kekuatan untuk menguatkan KAMMI ke depan, hingga visi KAMMI untuk melahirkan pemimpin segera tercapai. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s