Bagi sebagian orang, di tanggal tersebut, pasti ingin dijadikan momen yang sangat beda dalam hidupnya, kenapa??
Itu jelas karena tanggal tersebut adalah tanggal terakhir di kalender masehi yang ditemukan oleh “Gaisus Julius Caesar”, yang menurut sebagian orang lagi, sayang klo dilewatkan begitu saja.
Okee, menanggapi itu, perayaan yang sering dilakukan orang untuk tidak melewatkan momen itu biasanya:
a.Pesta Kembang Api
b.Pesta nyalakan lilin
c.Pesta Obor
d.Pesta di alun-alun
e.Pesta konser musik
f.Pesta bakar-bakar
g.Pesta . . .

Berbgai pesta yang ada, menurut ‘lubuk’ kalian banyak gunanya gak?
(banyaklah, utamanya bagi tukang kebersihan)
Bandingkan dengan orang di Bosnia, khususnya kaum muslimnya, ada kutipan dari alarabiya.net>>
“Komunitas Muslim Bosnia-Herzegovina menyerukan kepada umat Islam untuk tidak merayakan pergantian tahun. Caranya dengan mematikan lampu”
Intinya, klo menyikapi tahun baru tersebut, bagi kita yang kontra dengan perayaan yang umum dirayakan kaum umumnya. . .
1.Jangan kontra secara langsung, bila kita tinggal di dekat orang pada umumnya.
2.Kontra secara langsung, bila dalam acaranya, jelas mrngandung unsur maksiat
LALU BAGAIMANA??
Setelah kita memilih,
1.Bila metode 1,
Kita tanggapi dengan kritikan ringan, dengan mencoba membandingkan dengan hal yang punya ‘pengaruh’ mis: membandingkan dengan orang bosnia, dlsb
2.Bila metode 2,
Jelas, kita keluarkan dengan mengeluarkan semua sisi negatif dari perayaan tahun baru tersebut.
Oke, pada akhirnya, “kita sikapi segala yang terjadi di lingkungan kita ini dengan tindakan yang positif.
“Hanya orang yang berpikir positiflah yang dapat bertindak benar, sebaliknya, orang yang bertindak dengan benar, berarti dirinya sudah berpikir positif“